Senin, 24 Juni 2013

MAKALAH PSIKOLOGI PADA MASA REMAJA



BAB 1
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Menurut Santrock (2003) bahwa remaja (adolescene) diartikan sebagai masa perkembangan transisi antara masa anak-anak dan masa dewasa yang mencakup perubahan biologis, kognitif, sosial emosional. Sedangkan menurut Rumini dan Sundari (2004) remaja adalah peralihan dari masa anak-anak dengan masa dewasa yang mengalami perkembangan semua aspek atau fungsi untuk memasuki masa dewasa.
Masa remaja adalah masa datangnya pubertas 11-14 tahun sampai usia sekitar 18 tahun yang merupakan masa transisi dari kanak-kanak ke dewasa. Masa ini hampir selalu merupakan masa-masa sulit bagi remaja maupun orang tuanya. Masa perkembangan itu merupakan suatu tugas yang muncul pada periode tertentu dalam rentang kehidupan individu, yang apabila tugas itu dapat berhasil di tuntaskan akan membawa kebahagiaan dan kesuksesan dalam menuntaskan tugas-tugas berikutnya, sementara apabila gagal, maka akan menyebabkan ketidak bahagiaan pada diri individu yang bersangkutan, menimbulkan penolakan masyarakat, dan kesulitan-kesulitan dalam menyelesaikan tugas-tugas berikutnya (Monks, 2003).
Permasalahan yang sering muncul sering kali disebabkan ketidaktahuan para orang tua dan pendidik tentang berbagai tuntutan psikologi ini, sehingga perilaku mereka seringkali tidak mampu mengarahkan remaja menuju perkembangan mereka. Bahkan tidak jarang orang tua dan pendidik mengambil sikap yang tidak sejalan  dari yang seharusnya diharapkan, sehingga semakin mengacaukan perkembangan diri para remaja tersebut. Dengan demikian di harapkan para orang tua dan pendidik dapat memberikan motivasi yang tepat untuk mendorong remaja menuju pada kepenuhan dirinya
(Stice dan Whitenton, 2002).
B.     Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian dari remaja?
2.      Apa saja ciri-ciri pada remaja?
3.      Apa saja tahap-tahap  pada perkembangan remaja?
4.      Faktor – faktor apa saja yang mempengaruhi perkembangan remaja?
5.      Apa saja perubahan fisik dan pisikologis pada masa remaja?
6.      Apa saja tugas – tugas perkembangan pada masa remaja?
7.      Apa saja permasalahan pada masa remaja?
8.      Bagaimana cara mengatasi masalah pada remaja?
C.    Tujuan
1.      Untuk mengetahui pengertian dari remaja.
2.      Untuk mengetahui ciri-ciri pada remaja.
3.      Untuk mengetahui tahap-tahap  pada perkembangan remaja.
4.      Untuk mengetahui Faktor – faktor yang mempengaruhi perkembangan remaja.
5.      Untuk mengetahui perubahan fisik dan pisikologis pada masa remaja.
6.      Untuk mengetahui tugas – tugas perkembangan pada masa remaja.
7.      Untuk mengetahui permasalahan pada masa remaja.
8.      Untuk mengetahui cara mengatasi masalah pada remaja.



























BAB II
TINJAUAN TEORI
A.    Pengertian Remaja
Istilah remaja berasal dari kata latin yaitu “adolescere”(kata bendanya,adolescentia yang berarti Remaja)yang berarti tumbu/tumbuh menjadi dewasa.
Istilah remaja,seperti yang dipergunakan saat ini,mempunyai arti yang sangat luas mencakup kematangan mental,emosional,sosial dan fisik pandangan ini di ungkapkan oleh Tiaget.
1.      Menurut  Rumini dan Sundari (2004), remaja adalah peralihan dari masa anak dengan masa dewasa yang mengalami perkembangan semua aspek atau fungsi untuk memasuki masa dewasa.  Masa remaja berlangsung antara umur 12 tahun sampai dengan 21 tahun bagi wanita dan 13 tahun sampai dengan 22 tahun bagi pria.
2.      Menurut Santrock (2003), masa remaja  diartikan sebagai masa perkembangan transisi antara masa anak dan masa dewasa yang mencakup perubahan biologis, kognitif, dan sosial-emosional.
3.      Menurut Pardede (2002), masa remaja merupakan suatu fase perkembangan yang dinamis dalam kehidupan seorang individu.
B.     Ciri-ciri Remaja
Ciri-ciri Remaja adalah sebagai berikut:
1.      Pemekaran diri sendiri (extension of the self)
Ditandai dengan kemampuan seorang untuk menganggap orang atau hal lain sebagai bagian dari diri sendiri juga. Perasaan egoisme (mementingkan diri sendiri) berkurang sebaliknya tumbuh perasaan ikut memiliki, salah satu tanda yang khas adalah tumbuhnya kemampuan untuk mencintai orang lain dan alam sekitarnya. Kemampuan untuk bertenggang rasa dengan orang yang dicintainya untuk ikut merasakan penderitaan yang dialami oleh orang yang dicintainya, ciri lain adalah berkembangnya ego ideal berupa cita-cita, idola dan sebagainya yang menggambarkan wujud ego (diri sendiri) di masa depan (Hurlock, 2002).
2.      Kemampuan untuk melihat diri sendiri secara obyektif (self objectivication)
Ditandai dengan kemampuan untuk mempunyai wawasan tentang diri sendiri (self insight) dan kemampuan untuk menangkap humor (sense of humor) termasuk yang menjadikan dirinya sendiri sebagai sasaran. Dia tidak marah jika dikritik pada saaat-saat yang yang diperlukan ia dapat melepaskan diri dari dirinya sendiri dan meninjau dirinya sendiri sebagai orang luar (Hurlock, 2002).
3.      Memiliki falsafah hidup tertentu (unifying philosophy of life)
Hal itu dapat dilakukan tanpa perlu merumuskannnya dan mengucapkankannya dalam kata-kata. Ia tahu kedudukannnya dalam masyarakat ia paham bagaimana seharusnya ia bertingkah laku orang seperti ini tidak lagi mudah terpengaruh dan pendapatnya serta sikap sikapnya cukup jelas dan tegas (Chaplin, 2004).
C.     Tahap – tahap Perkembangan Remaja
Tahap-tahap perkembangan remaja menurut Stevenson (2002) adalah sebagai berikut:
1.      Periode masa pra pubertas usia 12-18 tahun
Masa pra pubertas merupakan masa peralihan dari akhir masa kanak-kanak ke masa awal pubertas. Ciri-cirinya:
a.       Anak tidak suka diperlakukan seperti anak kecil lagi
b.      Anak mulai bersikap kritis
2.      Masa pubertas usia 14-16 tahun merupakan masa remaja awal. Ciri-cirinya:
a.       Mulai cemas dan bingung tentang perubahan fisiknya
b.      Memperhatikan penampilan
c.       Sikapnya tidak menentu/plin-plan
d.      Suka berkelompok dengan teman sebaya dan senasib
3.      Masa akhir pubertas usia 17-18 tahun merupakan peralihan dari masa pubertas ke masa adolesen. Ciri-cirinya:
a.       Pertumbuhan fisik sudah mulai matang tetapi kedewasaan psikologisnya belum tercapai sepenuhnya
b.      Proses kedewasaan jasmaniah pada remaja putri lebih awal dari remaja pria.
4.      Periode remaja adolesen usia 19-21 tahun merupakan masa akhir Remaja. Beberapa sifat penting pada masa ini adalah:
a.       Perhatiannya tertutup pada hal-hal realistis
b.      Mulai menyadari akan realitas
c.       Sikapnya mulai jelas tentang hidup
d.      Mulai nampak bakat dan minatnya
D.    Aspek-aspek Perkembangan Remaja
1.      Perkembangan fisik
Menurut Papalia dan Olds (2001), yang dimaksud dengan perkembangan fisik adalah perubahan-perubahan pada tubuh, otak, kapasitas sensoris dan ketrampilan motorik. Perubahan pada tubuh ditandai dengan pertambahan tinggi dan berat tubuh, pertumbuhan tulang dan otot, dan kematangan organ seksual dan fungsi reproduksi. Perubahan fisik otak sehingga strukturnya semakin sempurna meningkatkan kemampuan kognitif.
2.      Perkembangan Kognitif
Perkembangan kognitif adalah perubahan kemampuan mental seperti belajar, memori, menalar, berpikir, dan bahasa. Piaget mengemukakan bahwa pada masa remaja terjadi kematangan kognitif, yaitu interaksi dari struktur otak yang telah sempurna dan lingkungan sosial yang semakin luas untuk eksperimentasi memungkinkan remaja untuk berpikir abstrak. Piaget menyebut tahap perkembangan kognitif ini sebagai tahap operasi formal (Papalia & Olds, 2001).
3.      Perkembangan kepribadian dan sosial
Menurut Papalia & Olds (2001) yang dimaksud dengan perkembangan kepribadian adalah perubahan cara individu berhubungan dengan dunia dan menyatakan emosi secara unik sedangkan perkembangan sosial berarti perubahan dalam berhubungan dengan orang lain. Perkembangan kepribadian yang penting pada masa remaja adalah pencarian identitas diri. Yang dimaksud dengan pencarian identitas diri adalah proses menjadi seorang yang unik dengan peran yang penting dalam hidup (Erikson dalam Papalia & Olds, 2001).
E.     Faktor – faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Remaja
Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan remaja adalah sebagai berikut:
1.      Faktor Pribadi
Setiap anak berkepribadian khusus. Keadaan khusus pada anak bisa menjadi sumber munculnya berbagai perilaku menyimpang. Keadaan khusus ini adalah keadaan konstitusi, potensi, bakat, atau sifat dasar pada anak yang kemudian melalui proses perkembangan, kematangan, atau perangsangan dari lingkungan, menjadi aktual, muncul, atau berfungsi (Lester, 2004).
Sehubungan dengan masalah pelajaran ini, perasaan-perasaan tertekan dan beban yang tidak sanggup dihadapi juga dapat timbul karena berbagai hal yang lain seperti berikut ini:
a.       Tuntutan dari pihak orang tua terhadap prestasi anak yang sebenarnya melebihi kemampuan dasar yang dimiliki anak.
b.      Tuntutan terhadap anak agar ia bisa memperlihatkan prestasi-prestasi seperti yang diharapkan orang tua.
c.       Tekanan dari orang tua agar anak mengikuti berbagai kegiatan, baik yang berhubungan dengan pelajaran-pelajaran sekolah maupun kegiatan-kegiatan lain yang berhubungan dengan pengembangan bakat dan minat.
d.      Kekecewaan pada anak karena tidak berhasil memasuki sekolah atau jurusan yang dikehendaki dan yang tidak dinetralisasikan dengan baik oleh orang tua. Kekecewaan yang berlanjut pada penilaian bahwa harga dirinya tidak perlu dipertahankan karena orang tua tidak mencintainya lagi.
Dari uraian di atas, dijelaskan bahwa masalah yang berkaitan dengan masalah sekolah, masalah belajar, prestasi, dan potensi (bakat) bisa menjadi sumber timbulnya berbagai tekanan dan frustrasi. Hal tersebut dapat mengakibatkan reaksi-reaksi perilaku nakal atau penyalahgunaan obat terlarang (Libert, 2003).
2.      Faktor Keluarga
Keluarga adalah unit sosial yang paling kecil dalam masyarakat. Lingkungan keluarga berperan besar karena merekalah yang langsung atau tidak langsung terus-menerus berhubungan dengan anak, memberikan perangsangan (stimulasi) melalui berbagai corak komunikasi antara orang tua dengan anak (Prawirosudirjo, 2003).
3.      Lingkungan Sosial dan Dinamika Perubahannya
Lingkungan sosial dengan berbagai ciri khusus yang menyertainya memegang peranan besar terhadap munculnya corak dan gambaran kepribadian pada anak. Kesenjangan antara norma, ukuran, patokan dalam keluarga dengan lingkungannya perlu diperkecil agar tidak timbul keadaan timpang atau serba tidak menentu, suatu kondisi yang memudahkan munculnya perilaku tanpa kendali, yakni penyimpangan dari berbagai aturan yang ada. (Ellis, 2001).
Lingkungan pergaulan anak adalah sesuatu yang harus dimasuki karena di lingkungan tersebut seorang anak bisa terpengaruh ciri kepribadiannya, tentunya diharapkan terpengaruh oleh hal-hal yang baik. Di samping itu, lingkungan pergaulan adalah sesuatu kebutuhan dalam pengembangan diri untuk hidup bermasyarakat. Karena itu, lingkungan sosial sewajarnya menjadi perhatian kita semua, agar bisa menjadi lingkungan yang baik, yang bisa meredam dorongan-dorongan negatif atau patologis pada anak maupun remaja (Santrock, 2002).
F.     Perubahan Fisik dan Psikologis pada Remaja
Perubahan fisik dan psikologis pada remaja menurut Prawirosudirjo (2003) sebagai berikut:
1.      Perubahan Fisik
a.       Perubahan fisik pada wanita remaja antara lain:
1)      Pertumbuhan fisik lebih menonjol, tinggi dan besar badannya
2)      Kulit menjadi lebih halus
3)      Buah dada (payudara) membesar
4)      Timbunan lemak pada bagian badan tertentu lebih banyak: pinggul, pantat, sekitar dada, sekitar pinggang tampak kecil atau ramping
5)      Suara meninggi satu oktaf
6)      Tumbuh rambut pada bagian tubuh tertentu, sekitar kemaluan dan ketiak
b.      Perubahan fisik pada laki-laki Remaja
1)      Testil membesar
2)      Tumbuh rambut pada bagian tertentu, kumis, janggut, sekitar dada, ketiak dan sekitar kemaluan.
3)      Suara menurun satu oktaf lebih rendah nadanya
4)      Mimpi basah
2.      Perubahan psikologis pada remaja
a.       Perubahan psikologi pada wanita remaja
1)      Pasif dan menerima
2)      Cenderung menerima perlindungan
3)      Minatnya tertuju pada hal yang sifatnya emosional dan kongkrit
4)      Berusaha mengikuti dan mengenang orang lain
5)      Sifatnya subyektif
b.      Perubahan psikologi pada laki-laki remaja
1)      Aktif memberi
2)      Cenderung memberikan perlindungan
3)      Minatnya tertuju pada hal-hal yang bersifat interaktual abstrak
4)      Berusaha memutuskan sendiri dan ikut bicara
5)      Sifatnya objektik
G.    Tugas-tugas Perkembangan pada Masa Remaja
Menurut Hurlock (Dalam Ali, 2002), tugas-tugas perkembangan masa remaja, yaitu:
1.      Mampu menerima keadaan fisiknya
2.      Mampu menerima dan memahami peran seks usia dewasa
3.      Mampu membina hubungan baik dengan anggota kelompok yang berlainan jenis
4.      Mencapai kemandirian emosional
5.      Mencapai kemandirian ekonomi
6.      Mengembangkan konsep dan keterampilan intelektual yang sangat diperlukan untuk melakukan peran sebagai anggota masyarakat
7.      Memahami dan menginternalisasikan nilai-nilai orang dewasa dan orang tua
8.      Mengembangkan perilaku tanggung jawab sosial yang diperlukan untuk memasuki dunia dewasa
9.      Mempersiapkan diri untuk memasuki perkawinan
10.  Memahami dan mempersiapkan berbagai tanggung jawab kehidupan keluarga
H.    Permasalahan pada Masa Remaja
Permasalahan pada masa remaja menurut Stevenson (2002) adalah sebagai berikut:
Kebanyakan anak yang dalam masa remaja pasti menginginkan masa remaja mereka ingin sempurna dan di perhatikan oleh keluarga terutama pada ayah dan ibu. Tapi bagi sebagian mereka yang masa remajanya ingin sempurna harus meninggalkan sedih di hati karena harus menghabiskan masa remaja mereka di jalanan bergabung dengan mereka yang masa remajanya kurang beruntung, itu semua terjadi karena pertengkaran yang terjadi pada orang tua dan melibatkan anak – anak mereka yang tidak seharusnya terlibat, karena kalau orang tua melibatkan masalah mereka kepada anaknya bisa membuat anak tersebut berpikir yang harusnya belum dia pikirkan dan bisa membuat dia menjadi depresi.
2.      Masalah percintaan
Dalam masa remaja ini kita bisa mengenal yang namanya cinta biarpun yang di bilang itu cinta monyet, tapi gara – gara cinta bisa merusak masa remaja kita apa lagi kalau kita semua sudah mengenal free sex (seks bebas). Dalam kalangan remaja tidak mungkin tidak tahu yang namanya cinta, tapi inilah masalah yang sering terjadi di saat kita hanyut dengan cinta. Kita bisa saja melakukan apa saja untuk sampai – sampai kita bisa melupakan keluarga kita sendiri.
3.      Masalah lingkungan

Lingkungan sangat berperan penting dalam masa remaja karena lingkungan sanga mempengaruhi masa pertumbuhan remaja. Jika lingkungan yang ditempati baik maka berdampak positif terhadap remaja itu dan sebaliknya, Jika lingkungan yang di tempati itu buruk, maka berdampak negatif bagi perkembangan remaja. Maka dari itu kita harus bisa menentukan mana yang baik dan yang buruk.


I.       Cara Mengatasi Masalah Remaja
Cara mengatasi masalah remaja menurut Stevenson (2002) adalah sebagai berikut:
1.      Masalah Keluarga
Dalam permasalahan remaja orang tua sangat berperan penting terhadap perkembangan psikologi seorang anak, sehingga orang tua harus lebih memperhatikan perilaku seorang anak. Jadi, sebagai orang tua kita harus lebih terbuka terhadap masalah-masalah yang ada pada keluarga, agar tercipta kenyamanan dan keharmonisan dalam keluarga.
2.      Masalah Percintaan
Dalam masalah percintaan remaja harus mengetahui batasan-batasan dalam berpacaran, agar tidak  terjerumus dalam pergaulan bebas (free seks). Oleh sebab itu remaja di harapkan lebih mendekatkan diri kepada-Nya.
3.      Masalah Lingkungan
Dalam masalah lingkungan, remaja harus bisa membatasi pergaulan dan bisa memilih mana pergaulan yang positif dan negatif. Karena, lingkungan juga berperan penting terhadap perubahan perkembangan remaja. 

DAFTAR PUSTAKA


Crow, 2004, Educational Psychology, American Book Company, New York.
Hurlock, 2002, Developmental Psychology, McGraw Hill Book Company, Inc., New York.
Liebert., 2003, Development Psychology, Prentice Hall, Inc., New York.
Piaget, 2001, The Construction of Reality in the Child, Translated by Margaret Cook, Inc., New York.
Prawirosudirjo, 2003, Menginjak Masa Remaja, Bhratara Karya Aksara, Jakarta.
Chaplin J.P, 2004, Dictionary of Psychologi, Dell Publishing Co, Inc., New        York.
Ellis, 2001, Studies in the Psychologie of Sex, Rancom House, New York.
Payne, 2002, Conception of Feminity, Brit. J.M. Psychologie, New York.
Stevenson, 2002, Psychologie des Jungmadchens, Quella dan Meyer, Heidelburg.
Hurlock, Elizabeth B. 1980. Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Erlangga, Jakarta








Tidak ada komentar:

Poskan Komentar